Terkait Pasien Keluhkan Pelayanan di RSUD Banyuasin, Ini Kata Anggota DPRD Banyuasin

0
7

BANYUASIN — Anggota DPRD Banyuasin Komisi IV, Dr Sukardi SP., MSi berikan tanggapan terkait keluhan pasien di RSUD Banyuasin yang di pulangkan sebelum mendapat pelayanan yang maksimal.

Diberitakan sebelumnya, Ramadi seorang pasien di RSUD Kabupaten Banyuasin diduga tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dari oknum dokter di RSUD Banyuasin.

Pada minggu (23/3/2025) malam, Ramadi mendatangi RSUD Banyuasin untuk berobat penyakit dalam di bagian perutnya, akan tetapi ia justru tak mendapatkan pelayanan berobat dengan alasan tidak sesuai dengan aturan BPJS.

“Semalam kami sudah dateng ke RSUD untuk berobat tapi ditolak disuruh pulang tanpa diberi obat, katanya tidak bisa pakai BPJS,” ujar Ramadi.

Pada Senin (24/3/2025) Ramadi bersama istrinya kembali mendatangi RSUD Banyuasin, untuk berobat menggunakan jalur umum, akan tetapi tetap ditolak oleh oknum dokter perempuan berinisial RM.

“Ya, sebenarnya kami datang ke RSUD Banyuasin ini ingin mengetahui tentang penyakit apa yang diderita suamiku ini, namun bukannya diberikan pelayanan yang baik malah kami mendapatkan pelayanan yang kurang baik oleh dokter yang menangani,” kata Istri pasien.

“Sudah satu minggu ini suamiku menderita sakit dibagaian perutnya, kami minta dilakukan ronsen untuk mengetahui penyakitnya, dan kami bayar, tapi tetap saja ditolak,” tambahnya.

Bahkan, sempat terjadi cekcok antara oknum dokter dan pihak keluarga pasien, lantaran perlakuan oknum dokter yang dinilai tidak mencerminkan seorang dokter yang baik, alias judes.

Ramadi mengaku tak mau lagi berobat di RSUD tersebut karena terlanjur kecewa dengan pelayanannya.

Menyikapi hal tersebut, Dr Sukardi SP Anggota DPRD Banyuasin sangat menyayang adanya insiden tersebut di RSUD Banyuasin.

Ia mengatakan, seharusnya pihak rumah RSUD Banyuasin profesional dalam mengambil tindakan, harus mengutamakan keselamatan pasien terlebih dahulu, apalagi ini pasien umum.

“Tentunya kami selaku Anggota DPRD Banyuasin Komisi IV berharap kepada pihak RSUD Banyuasin harus profesional, dan jangan memila-milah pasien umum ataupun BPJS, harus mengutamakan keselamatan pasien,” ujar Sukardi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/3/2025)

“Jikalau memang dibutuhkan rujukan, harus dikeluarkan rujukan dan jangan sampai pasien ditelantarkan ataupun disuru pulang begitu saja,” tambahnya.

Pihaknya memintak kepada direktur RSUD Banyuasin untuk memberikan pengertian kepada seluruh dokter dan petugas di RSUD Banyuasin, agar mengutamakan pelayanan keselamatan pasien.

“Ya harus profesional, tanpa pandang bulu, semua pasien punya hak untuk dirawat dengan sebaik-baiknya, karena anggaran yang dikuncurkan untuk RSUD Banyuasin nilainya tidak kecil, baik itu dari APBD dan APBN,” imbuhnya.

Terpisah, Aktivis HAM dan Lingkungan Kabupaten Banyuasin Ari Anggara juga angkat bicara terkait hal tersebut. Pihaknya sangat perihatin adanya kejadian pasien dipulangkan sebelum mendapatkan pelayanan maksimal di RSUD Banyuasin.

Ari Anggara, Aktivis HAM dan Lingkungan Kabupaten Banyuasin

“Kami berharap Direktur RSUD untuk memberi sanksi dokter-dokter di RSUD Banyuasin yang nakal,” katanya.

Diketehuinya, apalagi seorang Direktur di RSUD Banyuasin, dr Ari Fauta adalah seorang pekerja keras.

“Kita tahu, bapak dr Ari Fauta itu kerja keras untuk membesarkan RSUD Banyuasin, tetapi disayangkan oknum-oknum dokter dibawahnya sangat tidak profesional dalam melayani masyarakat,” kata Ari Anggara.

“Kita juga berharap kepada Bupati dan Anggota DPRD untuk memecat atau menegur dokter-dokter yang kurang hajar itu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here